BAB 12 : KEBIJAKAN MONETER

  • PENGERTIAN UANG

Uang (Money) merupakan serangkaian aset dalam perekonomian yang biasanya digunakan oleh orang untuk membeli barang dan jasa dari orang lain. Fungsi Uang dibagi menjadi 3 yaitu: *Alat Tukar merupakan sesuatu yang diberikan pembeli kepada penjual ketika mereka membeli barang dan jasa. *Satuan Hitung merupakan ukuran yang digunakan oleh orang-orang untuk menetapkan hargaharga dan mencatat tagihan. *Penyimpan Nilai merupakan alat yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk mentransfer daya beli dari masa sekarang ke masa depan. Uang merupakan aset paling mudah dicairkan,namun uang jauh dari sempurna sebagai penyimpan nilai. Ketika harga naik,nilai uang justru turun. Uang dibagi menjadi dua yaitu Uang Kartal dan Uang Giral.

  • MOTIF PERMINTAAN UANG

Motif Permintaan Uang

- Motif Transaksi

Membeli barang kosumtif seperti memebeli pakaian,sepatu,dll

- Motif Berjaga-jaga

Uang yang disimpan untuk situasi genting

- Motif Spekulasi

Memegang uang untuk memperoleh keuntungan dimasa depan seperti membeli surat-surat berharga

PEREDARAN UANG

Yang paling umum di gunakan yaitu (M1,M2,M3)

Peredaran uang adalah jumlah uang yang beredar dalam perekonomian

M1 = Uang kartal dan Uang giral

M2 = M1+Tabungan, Deposito Berjangka, Dana Pasar Uang yg dimiliki Investor

M3 = M2+ Simpanan Jangka Panjang






PERAN BANK

Bank Sentral dalam suatu perekonomian merupakan sebuah Lembaga yang bertanggung jawab dalam mengolah suplai uang.Peran Bank Sentral adalah sebuah institusi yang dibuat untuk mengawasi sistem perbankan,membuat kebijakan moneter,dan mengatur jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. jika bank sentral memutuskan untuk menaikkan jumlah uang yang beredar,bank sentral membuat uang dan menggunakannya untuk membeli obligasi negara dari publik dalam pasar obligasi nasional.Putusan kebijakan bank sentral memiliki pengaruh penting pada tingkat inflasi ekonomi dalam jangka panjang serta kepegawaian dan produksi ekonomi dalam jangka pendek. Jika bank sentral menurunkan jumlah uang yang beredar maka harus menjual obligasi negara. Perangkat bank sentral dalam mengendalikan Moneter ada 3 yaitu: -Operasi Pasar Terbuka yaitu pembelian dan penjualan obligasi negara oleh bank sentral -Syarat Cadangan Minimum yaitu regulasi jumlah cadangan minimum yang harus dipegang oleh bank dibandingkan dengan simpanan totalnya -Tingkat Diskonta yaitu tingkat bunga dari pinjaman yang diberikan oleh bank sentral









KEBIJAKAN MONETER

Kebijakan Moneter merupakan kebijakan yang diambil oleh bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar di Masyarakat. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :

Kebijakan moneter ekspansif, adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang beredar. Kebijakan moneter kontraktif, adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang beredar disebut juga dengan kebebijakan uang ketat ( tight money policy) Mendapatkan dan mengambil manfaat dari struktur tingkat suku bunga yang paling sesuai Meraih perimbangan yang tepat antara permintaan dan penawaran uang Menyediakan fasilitas kredit yang tepat bagi perekonomian dan menghentikan perkembangan yang tidak semestinya

Inflasi

Inflasi, adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas dipasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Inflasi dapat digolongkan menjadi 4 golongan, yaitu :

- Inflasi Ringan, terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun

Inflasi Sedang, terjadi apabila kenaikan harga berada di antara angka 10%-30% setahun 

Inflasi Berat, terjadi apabila kenaikan harga berada di antara angka 30%-100% setahun

Hiperinflasi, terjadi apabila kenaikan harga berada diatas 100% setahun.


  • KURVA PENAWARAN DAN PERMINTAAN UANG MENENTUKAN TINGKAT HARGA KESEIMBANGAN










  • KURVA PENINGKATAN JUMLAH UANG YANG BEREDAR







  • VELOSITAS UANG








  • CONTOH VELOSITAS

Kita dapat membayangkan sebuah perekonomian sederhana yang hanya memproduksi pizza. Anggap bahwa perekonomian tersebut telah memproduksi 100 pizza dalam satu tahun. Pizza tersebut dijual dengan harga sebesar 100 pizza dalam satu tahun, pizza tersebut dijual dengan harga sebesar $10 per pizza, dan jumlah uang didalam perekonomian adalah $50b dengan demikian Velositas uang adalah

V = ($10 x 100) / $50

=20

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB 7 : UTILITAS DAN KEPUASAN KONSUMEN